KAUM MUDA DALAM PEMBANGUNAN DESA
Oleh : Fhendy_Bhabo
Kaum muda adalah aset yang paling berharga bagi negara. Semangat yang menggelora dalam jiwa muda menjadikannya sebagai aset bagi bangsa. Maka dari itu, pemuda harus mengambil peran dalam memajukan peradaban. Pengambilan peran dimulai dari hal-hal kecil yang akan berperngaruh besar dalam kehidupan bermasyarakat. Pembangunan desa contohnya, sebagai aset yang dimilik bangsa, pemuda harus terlibat aktif dalam pembangunan itu sendiri, pembangunan yang dimaksud tidak semata mendirikan suata bangunan infrastruktur, pembangunan yang dimaksud adalah pembangunan kehidupan sosial yang berkeadilan.
Sebagai agen perubahan, pemuda harus mampu mengawal perkembangan desa, termasuk mrngontrol segala bentuk regulasi yang ditelurkan oleh pemerintah desa. Segala hal harus dilihat asas kebermanfaatannya bagi seluruh masyarakat yang ada di desa tersebut. Mulai dari pembangunan infrastruktur, pembagian subsidi hingga mengawal pembagian kekuasaan tingkat desa.
Kita mengambil sampel dari pengelolaan aggaran yang kurang lebih Rp.1 M, kemanakah arah pengelolaan anggaran tersebut misalanya, apakah dalam pelaksanaanya sudah tepat sasaran atau hanya mengarah pada golongan tertentu saja. Pemerintah desa tidak bole anti terhadap kritikan kaum muda, sebab ia ada untuk melayani dan mengayomi masyarakatnya.
Dalam pembagunan karakter masyarakat yang madani, pemuda tidak boleh lepas tangan, perkembangan globalisasi yang telah merenggut khasanah pedesaan tidak boleh dipandang sebelah mata, ini adalah hama yang dapat merusak kultru desa yang cirinya sangat menjunjung tinggi nilai kebersamaan. Dalam fenomena kekiniannya, desa tidak lagi memegang pada ciri khasnya dengan nilai-nilai kedesaannya. Gotong royong mulai hilang dari kehidupan bermasyarakat, coba trek kembali ke beberapa tahun silam, betapa indah nuansa desa yang setiap ada hajatan, segala kepentingan pribadi di kesampingkan demi gotong royong dan solidaritas.
Dalam mengawal terciptanya generasi yang berkemajuan. Kaum muda apalagi yang telah menempuh pendidikan, perannya samgat penting dalam mengawal tumbuh keimbangnya generasi, pengaruh perkembangan zaman yang menciptakan masyarakat gadget, menjadikan anak bangsa sangar mudah mengakses segala hal. Tidak jarang yang terjerumus dalam bebasnya pergaulan. Narkoba menjadi hal yang lumrah bagi generasi kekinian, tak jarang yang kecanduan obat terlarang hingga akhirnya mendekam di balik jeruji besi.
Sopam santun dalam berkehidupan sosial tidak lagi menjadi hal utama, yang tak menyayangi yang muda, yang muda tak menghormati yang tua, sehingga tak jarang perkelahian, pertentangan terjadi akibat tidak adanya rasa saling menyayangi dan menghargai antar sesama. Disini kita tidak menyalahkan zaman, tapi bagaimana menyikapi perkembangan zaman tersebut. Pendidikan spiritual menjadi hal yang penting untuk menjaga moral bangsa.
Dalam mempersatukan narasi. Pemuda harus mengutakan kesaamaan visi demi kemajuan, menyampingkan ego masing-masing individu untuk mengedepankan nilai-nilai kebersamaan adalah hal mutlak yang mesti diutamakan dan di kerjakan dengan segera oleh kaum muda, analoginya, lidi harus disatukan dalam satu ikatan yang erat untuk dapat digunakan sebagai sapu untuk membersihkan sampah. Begitulah harusnya kaum muda, mempersatukan diri dengan seluruh kaum muda untuk sama-sama bekerja mewujudkan kehidupan desa yang madani.
Organisasi desa, misalnya karang taruna, dapat digunakan sebagai alat persatuan untuk mewujudkan hal-hal di atas. Pemuda harus belajar miniatur kehidupan berbangsa dalam suatu organisasi, dimana kebersamaan adalah hal yang utama. Kemandirian ekonomi, bahkan lapangan kerja dapat diciptakan dengan membangun ekonomi mandiri organisasi demi tercapainya tujuan bersama.
Kesimpulannya, pemuda tidak boleh berdiam diri melihat realita sosial yang terjadi, pemuda harus mengambil peran dalam memajukan kehidupam sosial. Bersatulah, diskusikan langkah-langkah untuk menyelesaikan segala persoalan, dan bertindaklah sesegera mungkin.
SALAM PERSATUAN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar