Senin, 09 April 2018

PERGESERAN PARADIGMA KAUM INTELEKTUAL TERHADAP KATA SUKSES

PERGESERAN PARADIGMA KAUM INTELEKTUAL TERHADAP KATA SUKSES
Oleh : Fhendy Bhabo

Kaum intelektual adalah kaum dengan posisi strategis yang memiliki nilai tawar tinggi dikarenakan dia berada di antara pemerintah dengan dan rakyat. Pada hakikatnya kaum intelektual adalah penyambung lidah rakyat kepada pemerintah, artinya kaum intelektual bertanggung jawab atas segala persoalan yang terjadi di lingkungan sosialnya.

Sungguh ironis melihat dinamika kaum intelek masa kini, perannya bukan lagi sebagai penyambung lidah raktyat, lupa apa tanggung jawab sebagai kaum intelek itu sendiri.

Kata "sukses" hanya diartikan denga gelar, penghasilan melimpah, kehidupan mewah, meski harus menjula idelalisme yang sangat erat dengan kaum intelek.
Kebebarannya lihat dinamika kaum intelek zaman milenia ini, sangat sedikit kaum intelek yang mau bekerja untuk menjamin terwujudnya kondisi sosial yang sejahtera secara ekonomi, demokrasi secara politik, adil secara sosial, dan partisipatif secara budaya. Lihat saja di desa-desa, coba tanyakan berapa banyak kaum intelktual yang lahir di desa-desa tersebut dan berapa banyak pula kaum intelektual yang mengabdikan diri untuk kemajuan desa tersebut. Sangat banyak namu sangat sedikit yang mengabdikan dirj demi kejuan desa tersebut.

Seperti yang dikatakan diatas, kata sukses hanya diukur dengan kemapan hidup pribadi, bahkan menjual idealisme lalu percaya bahwa melibatkan diri dalam politik borjuasi yang membodohi demi mendapatkan kemapanan pribadi.

Segala persoalan yang terjadi di desa-desa, semisal perampasan tanah rakyat, prifatisasi aset desa, kecurangan yang dilakukan oleh pemerintah desa dianggap benar dan satu keniscayan. Bahkan ilmu yang dimiliki dijadikan alat untuk membela kaum ber-uang yang merampas tanah rakyat, meprivatisasi aset desa, kecurangan pihak desa.

Kaum intelektual lupa dari mana dia berasal, siapa yang menjadikan dia berilmu, sehingga kaum intelek hanya dianggao sampah bagi masyarakat.

Tulisan ini bukan menghakimi satu pihakpun, dengan tulisan ini besar harapannya agar menrefleksikan diri akan pengabdian sebagai kaum intelek terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Kaum intelek harus mampu menjadi pelita bagi masyarakat yang dihadapkan dengan pemiskinan, pembodohan yang begitu akut dibawah kuasa pemimpin yang dzalim.

Sukses jangan selalu diukur dengan kemapan hidup pribadi semata, sebagai kaum intelek, sudah seharusnya menjawab segala persolana masyarakat hari ini.

"Sukses itu ketika mampu mengabdikan diri untuk membela rakyat banyak"

Salam damai
Fhendy Bhabo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar