LUKA PENINGGALAN
Perlahan sepoi tiba di jendelaku
Menghantar syahdu pada titik lara
Matahari sore yang sedang melukis jingga di tepi langit juga beranjak pergi, mungkin lelah
Aku menyalakan sebatang lilin yang tersisa di laci meja
Perlahan gemericik menghampiri jendela yang tak lagi bercahaya
Kenangan menggenangi seluruh ruang di kepala dan batinku
Kau kembali menjelma dalam pancaran cahaya lilin
Selembar kertas berpita merah muda tergeletak di atas tempat tidur
Indah dengan simpul yang membentuk hati
Dengan getar, aku tarik salah satu ujung simpulnya
Diana.....
Di belakangnya ada secarik kertas berbeda rupa dengan tulisan tangan
Akuh hafal itu bentuk tulisan siapa
Rupanya kau meminta aku merelakan kau yang berpindah hati
Memohon restu menikah dengan anak kepala desa
Seketika gerimis berpindah ke pipi-pipiku
Di kelopak mataku tumbuh air terjun yang begitu menderu
Sebagai luapan dari hati yang berserakan sebab ulahmu
Kau hancurkan istana megah yang aku siapkan hanya untukmu
Pada resepsi pernikahanmu
Aku datang menjadi saksi atas bahagia milikmu
Kau merayakan bahagia
Aku merayakan kecewa
Beribu jabat memberimu selamat
Selamat untuk hatimu yang tertambat
Biarkan aku kembali merawat luka
Menyusun kembali hati yang penuh nelangsa
Semoga bahagia mendampingimu juga
Semoga rasaku kini tak menerpamu
Sebab kau terlalu rapuh untuk terluka
Nanti, bila dalam mahligai tak kau temui bahagia
Berhati-hatilah
Sebab dia bukan aku yang selalu siap penjadi pelarian saat kau terluka
Tanah Sasak
09 Agustus 2018
Fhendy_Bhabo

Tidak ada komentar:
Posting Komentar