TANGGUH MENCINTA
Matahari petang benar-benar pulang pada pangkuan langit
Temaram lampu-lampu kota menghias malam penuh jerit
Ingatan kembali bermukim di kepala yang ingin melupa
Merobek kembali jahitan-jahitan luka lama
Diantara beribu kelip gemintang, kau menyala sebagai satu-satunya kerinduan
Terbaca lagi jalan-jalan panjang dan segala tawa yang kini tak ubahnya sebatas kenangan
Sepoi hembus angin malam menempatkan sepi pada relung hati penuh nelangsa
Lalu sederas air terjun di bibir netra
Sekuat apapun aku menghapus kenang, sekuat itu pula rinduku menjadikanmu peran utama
Seulet apapun aku mencari jalan baru, sebanyak itu pula rindu menghantarku pada masa silam
Setegar apapun aku coba bangkit, setangguh itu pula cinta menjatuhkanku padamu yang tak pandai membalas
Sejauh apapun berlari, cinta selalu menuntunku membali
Meski segenap rasaku hanya berakhir pada kehampaan
Dari segala itu, aku belajar bagaimana mencintai
Tanpa engkau kembalipun
Cintaku takkan pernah berajak
Jatuh berulang-ulangpun akan aku nikmati sebagai resiko mencintaimu...
Mataram,
04 Agustus 2018
Fhendy_Bhabo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar