KARMA 2
Rinai air mata membekas di pipi
Luka memancarkan cahaya di bola matamu yang merah
Tersedu meminta iba padaku yang hina
Orang kampung tak bermasa depan
Terekam jalas di ubunku,
Kata-kata yang setajam belati
Menikam tepat di ulu hati
Kau memohon berbalik ke masa lalu
Setelah harapan kau patahkan
Ingin merintis jalan baru
Setelah langkah kau hentikan
Lukaku belum berhenti melantunkan perih
Patahannya tak dapat kembali rekat
Terendus aroma kebencian merawatnya
Dibalut dendam sehangat perih yang abadi
Bukankah kepergiamu aku tangisi dalam kesendirian?
Percayalah,
Berpura tertawa agar telihat baik-baik saja tidak pernah mudah
Memekarkan senyum di tengah kepedihan tak semanis meneguk madu
Huh
Tlah kau sia-siakan hati yang dengan utuh menjadikanmu pemilik tunggal
Tlah kau pupuskan harapan yang bersemangat membina
Tlah kau hianati seberkas rasa bernama percaya
Yang kau tinggal hanyalah segudang kecewa
Untuk apa bebalik
Hatiku bukan terminal tempat kau singgah untuk menuju tujuan baru
Biarkan yang ingin mentap untuk mengisi
Jangan takut sendiri
Ada karma yang menemanimu
Semoga kau sadar, gelas pecah tak mungkin untuh kembali
Tanah Sasak
09 Agustus 2018
Fhendy_Bhabo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar