Rabu, 15 Agustus 2018

KARMA 2

KARMA 2

Rinai air mata membekas di pipi
Luka memancarkan cahaya di bola matamu yang merah
Tersedu meminta iba padaku yang hina
Orang kampung tak bermasa depan

Terekam jalas di ubunku,
Kata-kata yang setajam belati
Menikam tepat di ulu hati

Kau memohon berbalik ke masa lalu
Setelah harapan kau patahkan
Ingin merintis jalan baru
Setelah langkah kau hentikan

Lukaku belum berhenti melantunkan perih
Patahannya tak dapat kembali rekat
Terendus aroma kebencian merawatnya
Dibalut dendam sehangat perih yang abadi

Bukankah kepergiamu aku tangisi dalam kesendirian?
Percayalah,
Berpura tertawa agar telihat baik-baik saja tidak pernah mudah
Memekarkan senyum di tengah kepedihan tak semanis meneguk madu

Huh
Tlah kau sia-siakan hati yang dengan utuh menjadikanmu pemilik tunggal
Tlah kau pupuskan harapan yang bersemangat membina
Tlah kau hianati seberkas rasa bernama percaya
Yang kau tinggal hanyalah segudang kecewa

Untuk apa bebalik
Hatiku bukan terminal tempat kau singgah untuk menuju tujuan baru
Biarkan yang ingin mentap untuk mengisi

Jangan takut sendiri
Ada karma yang menemanimu
Semoga kau sadar, gelas pecah tak mungkin untuh kembali

Tanah Sasak
09 Agustus 2018
Fhendy_Bhabo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar