LUKA PENINGGALAN
Perlahan sepoi tiba di jendelaku
Menghantar syahdu pada titik lara
Matahari sore yang sedang melukis jingga di tepi langit juga beranjak pergi, mungkin lelah
Aku menyalakan sebatang lilin yang tersisa di laci meja
Perlahan gemericik menghampiri jendela yang tak lagi bercahaya
Kenangan menggenangi seluruh ruang di kepala dan batinku
Kau kembali menjelma dalam pancaran cahaya lilin
Selembar kertas berpita merah muda tergeletak di atas tempat tidur
Indah dengan simpul yang membentuk hati
Dengan getar, aku tarik salah satu ujung simpulnya
Diana.....
Di belakangnya ada secarik kertas berbeda rupa dengan tulisan tangan
Akuh hafal itu bentuk tulisan siapa
Rupanya kau meminta aku merelakan kau yang berpindah hati
Memohon restu menikah dengan anak kepala desa
Seketika gerimis berpindah ke pipi-pipiku
Di kelopak mataku tumbuh air terjun yang begitu menderu
Sebagai luapan dari hati yang berserakan sebab ulahmu
Kau hancurkan istana megah yang aku siapkan hanya untukmu
Pada resepsi pernikahanmu
Aku datang menjadi saksi atas bahagia milikmu
Kau merayakan bahagia
Aku merayakan kecewa
Beribu jabat memberimu selamat
Selamat untuk hatimu yang tertambat
Biarkan aku kembali merawat luka
Menyusun kembali hati yang penuh nelangsa
Semoga bahagia mendampingimu juga
Semoga rasaku kini tak menerpamu
Sebab kau terlalu rapuh untuk terluka
Nanti, bila dalam mahligai tak kau temui bahagia
Berhati-hatilah
Sebab dia bukan aku yang selalu siap penjadi pelarian saat kau terluka
Tanah Sasak
09 Agustus 2018
Fhendy_Bhabo
Rabu, 15 Agustus 2018
TANGGUH MENCINTA
TANGGUH MENCINTA
Matahari petang benar-benar pulang pada pangkuan langit
Temaram lampu-lampu kota menghias malam penuh jerit
Ingatan kembali bermukim di kepala yang ingin melupa
Merobek kembali jahitan-jahitan luka lama
Diantara beribu kelip gemintang, kau menyala sebagai satu-satunya kerinduan
Terbaca lagi jalan-jalan panjang dan segala tawa yang kini tak ubahnya sebatas kenangan
Sepoi hembus angin malam menempatkan sepi pada relung hati penuh nelangsa
Lalu sederas air terjun di bibir netra
Sekuat apapun aku menghapus kenang, sekuat itu pula rinduku menjadikanmu peran utama
Seulet apapun aku mencari jalan baru, sebanyak itu pula rindu menghantarku pada masa silam
Setegar apapun aku coba bangkit, setangguh itu pula cinta menjatuhkanku padamu yang tak pandai membalas
Sejauh apapun berlari, cinta selalu menuntunku membali
Meski segenap rasaku hanya berakhir pada kehampaan
Dari segala itu, aku belajar bagaimana mencintai
Tanpa engkau kembalipun
Cintaku takkan pernah berajak
Jatuh berulang-ulangpun akan aku nikmati sebagai resiko mencintaimu...
Mataram,
04 Agustus 2018
Fhendy_Bhabo
Matahari petang benar-benar pulang pada pangkuan langit
Temaram lampu-lampu kota menghias malam penuh jerit
Ingatan kembali bermukim di kepala yang ingin melupa
Merobek kembali jahitan-jahitan luka lama
Diantara beribu kelip gemintang, kau menyala sebagai satu-satunya kerinduan
Terbaca lagi jalan-jalan panjang dan segala tawa yang kini tak ubahnya sebatas kenangan
Sepoi hembus angin malam menempatkan sepi pada relung hati penuh nelangsa
Lalu sederas air terjun di bibir netra
Sekuat apapun aku menghapus kenang, sekuat itu pula rinduku menjadikanmu peran utama
Seulet apapun aku mencari jalan baru, sebanyak itu pula rindu menghantarku pada masa silam
Setegar apapun aku coba bangkit, setangguh itu pula cinta menjatuhkanku padamu yang tak pandai membalas
Sejauh apapun berlari, cinta selalu menuntunku membali
Meski segenap rasaku hanya berakhir pada kehampaan
Dari segala itu, aku belajar bagaimana mencintai
Tanpa engkau kembalipun
Cintaku takkan pernah berajak
Jatuh berulang-ulangpun akan aku nikmati sebagai resiko mencintaimu...
Mataram,
04 Agustus 2018
Fhendy_Bhabo
KARMA 2
KARMA 2
Rinai air mata membekas di pipi
Luka memancarkan cahaya di bola matamu yang merah
Tersedu meminta iba padaku yang hina
Orang kampung tak bermasa depan
Terekam jalas di ubunku,
Kata-kata yang setajam belati
Menikam tepat di ulu hati
Kau memohon berbalik ke masa lalu
Setelah harapan kau patahkan
Ingin merintis jalan baru
Setelah langkah kau hentikan
Lukaku belum berhenti melantunkan perih
Patahannya tak dapat kembali rekat
Terendus aroma kebencian merawatnya
Dibalut dendam sehangat perih yang abadi
Bukankah kepergiamu aku tangisi dalam kesendirian?
Percayalah,
Berpura tertawa agar telihat baik-baik saja tidak pernah mudah
Memekarkan senyum di tengah kepedihan tak semanis meneguk madu
Huh
Tlah kau sia-siakan hati yang dengan utuh menjadikanmu pemilik tunggal
Tlah kau pupuskan harapan yang bersemangat membina
Tlah kau hianati seberkas rasa bernama percaya
Yang kau tinggal hanyalah segudang kecewa
Untuk apa bebalik
Hatiku bukan terminal tempat kau singgah untuk menuju tujuan baru
Biarkan yang ingin mentap untuk mengisi
Jangan takut sendiri
Ada karma yang menemanimu
Semoga kau sadar, gelas pecah tak mungkin untuh kembali
Tanah Sasak
09 Agustus 2018
Fhendy_Bhabo
Rinai air mata membekas di pipi
Luka memancarkan cahaya di bola matamu yang merah
Tersedu meminta iba padaku yang hina
Orang kampung tak bermasa depan
Terekam jalas di ubunku,
Kata-kata yang setajam belati
Menikam tepat di ulu hati
Kau memohon berbalik ke masa lalu
Setelah harapan kau patahkan
Ingin merintis jalan baru
Setelah langkah kau hentikan
Lukaku belum berhenti melantunkan perih
Patahannya tak dapat kembali rekat
Terendus aroma kebencian merawatnya
Dibalut dendam sehangat perih yang abadi
Bukankah kepergiamu aku tangisi dalam kesendirian?
Percayalah,
Berpura tertawa agar telihat baik-baik saja tidak pernah mudah
Memekarkan senyum di tengah kepedihan tak semanis meneguk madu
Huh
Tlah kau sia-siakan hati yang dengan utuh menjadikanmu pemilik tunggal
Tlah kau pupuskan harapan yang bersemangat membina
Tlah kau hianati seberkas rasa bernama percaya
Yang kau tinggal hanyalah segudang kecewa
Untuk apa bebalik
Hatiku bukan terminal tempat kau singgah untuk menuju tujuan baru
Biarkan yang ingin mentap untuk mengisi
Jangan takut sendiri
Ada karma yang menemanimu
Semoga kau sadar, gelas pecah tak mungkin untuh kembali
Tanah Sasak
09 Agustus 2018
Fhendy_Bhabo
KARMA 1
KARMA 1
Jantung memompa darah lebih cepat dari biasanya
Paru-paru membakar napas lebih hangat dari bara
Hati berbinar-binar lebih cerah dari sekedar merah muda
Sebab, datangmu menyemai benih-benih cinta
Terjagaku siang dan malam merawat cinta yang perlahan tumbuh di dada
Tak pernah kubiarkan baterai ponselku melemah apalagi kehabisan daya
Berharap esok subuh kabar darimu dapat kuterima
Detik demi detik aku luangkan untuk menanti pesan singkatmu meski sekedar bertanya aku sedang apa
Tiba-tiba, setelah puluhan purnama berlalu
Aku mendengar kabar paling duka yang tak dapat hatiku terima
Begitu angkuh kau bermadu kasih dengan seorang bintara
Jantung berhenti berdegup, paru-paru berhenti menghembus, dan hati remuk berserakan terpukul kecewa
Berhari-hari aku mendekap dalam jeruji lara
Menggigil di tengah terik yang membakar hingga mata lak lagi sanggup menatap dunia
Semua orang menertawai menganggap aku gila
Lalu, setelah sekian lama
Dengan terseok-seok aku mencoba beridiri meski jantung tak lagi memompa
Mencoba benapas kembali dengan paru-paru penuh luka
Menyusun kembali hati yang penuh nelangsa
Kau perlahan aku pudarkan meski tak semua
Sisa-sisa dirimu tertinggal meski hanya nama
Menjadi pertanda, agar tak salah jatuh cinta
Setelah aku hampir melupa
Kau datang dengan pipi yang ternodai air mata
Tak tau tempat mengadu akan duka lara yang kau derita
Kau dicampakkan oleh bintara yang dulunya kau puja
Perlahan airmatamu kuseka
Tambah kau tersedu di pundak yang pernah kau hina
Tangismu pecah tak lagi sanggup menanggung derita
Tuhan memberlakukan peraturan bernama,
Karma
Tanah sasak,
30 Juni 2018
Fhendy_Bhabo
Jantung memompa darah lebih cepat dari biasanya
Paru-paru membakar napas lebih hangat dari bara
Hati berbinar-binar lebih cerah dari sekedar merah muda
Sebab, datangmu menyemai benih-benih cinta
Terjagaku siang dan malam merawat cinta yang perlahan tumbuh di dada
Tak pernah kubiarkan baterai ponselku melemah apalagi kehabisan daya
Berharap esok subuh kabar darimu dapat kuterima
Detik demi detik aku luangkan untuk menanti pesan singkatmu meski sekedar bertanya aku sedang apa
Tiba-tiba, setelah puluhan purnama berlalu
Aku mendengar kabar paling duka yang tak dapat hatiku terima
Begitu angkuh kau bermadu kasih dengan seorang bintara
Jantung berhenti berdegup, paru-paru berhenti menghembus, dan hati remuk berserakan terpukul kecewa
Berhari-hari aku mendekap dalam jeruji lara
Menggigil di tengah terik yang membakar hingga mata lak lagi sanggup menatap dunia
Semua orang menertawai menganggap aku gila
Lalu, setelah sekian lama
Dengan terseok-seok aku mencoba beridiri meski jantung tak lagi memompa
Mencoba benapas kembali dengan paru-paru penuh luka
Menyusun kembali hati yang penuh nelangsa
Kau perlahan aku pudarkan meski tak semua
Sisa-sisa dirimu tertinggal meski hanya nama
Menjadi pertanda, agar tak salah jatuh cinta
Setelah aku hampir melupa
Kau datang dengan pipi yang ternodai air mata
Tak tau tempat mengadu akan duka lara yang kau derita
Kau dicampakkan oleh bintara yang dulunya kau puja
Perlahan airmatamu kuseka
Tambah kau tersedu di pundak yang pernah kau hina
Tangismu pecah tak lagi sanggup menanggung derita
Tuhan memberlakukan peraturan bernama,
Karma
Tanah sasak,
30 Juni 2018
Fhendy_Bhabo
KARMA 3
KARMA 3
Pernah aku ingin sekali memiliki
Pernah aku mati-matian memperjuangkan untuk hidup bersama dalam mahligai
Pernah juga aku bertahan menunggu meski tak pernah pasti
Namun tak jua aku kau inginkan miliki
Pada akhirnya kamu yang ingin pergi
Aku biarkan meski tersakiti
Aku ikhlaskan meski aku kau lukai
Karena bahagiamu adalah segalanya meski aku tak kau bagi
Kini kau berbalik pada yang dulu kau jauhi
Setelah tempatmu terganti
Saat dirimu terhapus dari hati
Setelah segala tulus kau hianati
Maaf tak lebih dari pil penenang sesaat bagi luka yang tersayat kembali
Segala yang pecah tak mungkin utuh lagi
Tentangmu yang tersisa hanya perih yang abadi
Maaf, tak ada tempatmu kembali
Aku tak ingin jatuh pada jurang yang sama lagi
Segala yang berlalu biarkan pergi
Tak ada guna kau sesali
Karma akan mengajarimu arti
Tanah Sasak
13 Agustus 2018
Fhendy_Bhabo
Pernah aku ingin sekali memiliki
Pernah aku mati-matian memperjuangkan untuk hidup bersama dalam mahligai
Pernah juga aku bertahan menunggu meski tak pernah pasti
Namun tak jua aku kau inginkan miliki
Pada akhirnya kamu yang ingin pergi
Aku biarkan meski tersakiti
Aku ikhlaskan meski aku kau lukai
Karena bahagiamu adalah segalanya meski aku tak kau bagi
Kini kau berbalik pada yang dulu kau jauhi
Setelah tempatmu terganti
Saat dirimu terhapus dari hati
Setelah segala tulus kau hianati
Maaf tak lebih dari pil penenang sesaat bagi luka yang tersayat kembali
Segala yang pecah tak mungkin utuh lagi
Tentangmu yang tersisa hanya perih yang abadi
Maaf, tak ada tempatmu kembali
Aku tak ingin jatuh pada jurang yang sama lagi
Segala yang berlalu biarkan pergi
Tak ada guna kau sesali
Karma akan mengajarimu arti
Tanah Sasak
13 Agustus 2018
Fhendy_Bhabo
Selasa, 14 Agustus 2018
Pemuda Dalam Pengawalam Dana Desa
Seperti yang di ketahui, dana yang dikucurkan untuk pembangunan memiliki nilai yang fantasti, Rp. 1M bukanlah jumlah yang kecil. Dengan jumlah yang sebanyak itu, orang-orang berlomba menarik simpati masyarakat dalam suatu desa untuk memilihnya menjadi kepala desa dengan harapan dapat mengelola uang dengan jumlah yang sangat besar tersebut. Tidak jarang pula yang berakhir di balik jeruji besi lantaran penyalahgunaan anggaran tersebut. Buktinya kurang lebih 900 ratus kepala desa tertangkap KPK lantaran penyelewengan dana desa (m.merdeka.com). Tidak bisa dipungkiri, uang menjadi Tuhan bagi sebagian orang.
Hal tersebut semakin menambah jumlah kasus korupsi yang terjadi di Indonesia, membuat masyarak merasa gusar melihat keadaan yang carut marut tersebut.
Tidak hanya itu, pengelolaan anggaran dana desa kerap tidak tepat sasaran, banyak kepentingan pribadi yang lebih di utamakan dibanding kebutuhan masyarakat pada umumnya. Contoh kecilnya adalah pemberian bantuan yang semisalnya bedah rumah, sering kali pemerintah desa lebih mengutamakan keluarga yang lebih mampu, padahal masih ada yang kurang mampu hanya karena faktor kekeluargaan atau karena tidak faktor politik. Siapa yang memilihnya, dialah yang diutamakan.
Tak jarang pula kepala desa yang kaya mendadak ketika menjabat, padahal jika ditelusuri, gajinya jauh lebih kecil dari peningkatan kekayaannya, entah uang siluman darimana lalu akhirnya mendekap di balik jeruji.
Pengawalan kebijakan pengelolaan anggarana tidak hanya dapat dilihat dari pelaporan administrasi semata, sebab administrasi sangat mudah di manipulasi, sering kita jumpai laporang yang dibuat tak sesuai dengan realisasinya, pengawalan harus mengecek kondisi lapangan secara langsung. Pembangunan infrastrukur desa haruslah sesuai dengan besaran anggaran yang dikucurkan, jangan sampai banyak anggaran yang malah nyangkut di kantong-kantong pribadi orang-orang yang tidak bertanggungjawab.
Melihat hal tersebut, kaum muda tidak boleh hanya duduk berpangku tangan. Karena pemuda adala tonggak berdirinya suatu bangsa, maka dalam hal ini pemuda juga harus berperan aktif dalam mengawasi pengelolaan anggaran dana desa. Karena orang-renta yang selalu mengamini apa kata pemerintah tidak dapat diandalkan untuk mengawasi hal tersebut. Jiwa muda harus dibiasakan untuk berpikir kritis dalam mengawal pembangunan desa demi terwujudnya pembangunan yang memberikan kesejahteraan.
Mari belajar dan berdiskusi lalu berjuang.
Salam persatuan.
Hal tersebut semakin menambah jumlah kasus korupsi yang terjadi di Indonesia, membuat masyarak merasa gusar melihat keadaan yang carut marut tersebut.
Tidak hanya itu, pengelolaan anggaran dana desa kerap tidak tepat sasaran, banyak kepentingan pribadi yang lebih di utamakan dibanding kebutuhan masyarakat pada umumnya. Contoh kecilnya adalah pemberian bantuan yang semisalnya bedah rumah, sering kali pemerintah desa lebih mengutamakan keluarga yang lebih mampu, padahal masih ada yang kurang mampu hanya karena faktor kekeluargaan atau karena tidak faktor politik. Siapa yang memilihnya, dialah yang diutamakan.
Tak jarang pula kepala desa yang kaya mendadak ketika menjabat, padahal jika ditelusuri, gajinya jauh lebih kecil dari peningkatan kekayaannya, entah uang siluman darimana lalu akhirnya mendekap di balik jeruji.
Pengawalan kebijakan pengelolaan anggarana tidak hanya dapat dilihat dari pelaporan administrasi semata, sebab administrasi sangat mudah di manipulasi, sering kita jumpai laporang yang dibuat tak sesuai dengan realisasinya, pengawalan harus mengecek kondisi lapangan secara langsung. Pembangunan infrastrukur desa haruslah sesuai dengan besaran anggaran yang dikucurkan, jangan sampai banyak anggaran yang malah nyangkut di kantong-kantong pribadi orang-orang yang tidak bertanggungjawab.
Melihat hal tersebut, kaum muda tidak boleh hanya duduk berpangku tangan. Karena pemuda adala tonggak berdirinya suatu bangsa, maka dalam hal ini pemuda juga harus berperan aktif dalam mengawasi pengelolaan anggaran dana desa. Karena orang-renta yang selalu mengamini apa kata pemerintah tidak dapat diandalkan untuk mengawasi hal tersebut. Jiwa muda harus dibiasakan untuk berpikir kritis dalam mengawal pembangunan desa demi terwujudnya pembangunan yang memberikan kesejahteraan.
Mari belajar dan berdiskusi lalu berjuang.
Salam persatuan.
Senin, 13 Agustus 2018
KAUM MUDA DALAM PEMBANGUNAN DES
KAUM MUDA DALAM PEMBANGUNAN DESA
Oleh : Fhendy_Bhabo
Kaum muda adalah aset yang paling berharga bagi negara. Semangat yang menggelora dalam jiwa muda menjadikannya sebagai aset bagi bangsa. Maka dari itu, pemuda harus mengambil peran dalam memajukan peradaban. Pengambilan peran dimulai dari hal-hal kecil yang akan berperngaruh besar dalam kehidupan bermasyarakat. Pembangunan desa contohnya, sebagai aset yang dimilik bangsa, pemuda harus terlibat aktif dalam pembangunan itu sendiri, pembangunan yang dimaksud tidak semata mendirikan suata bangunan infrastruktur, pembangunan yang dimaksud adalah pembangunan kehidupan sosial yang berkeadilan.
Sebagai agen perubahan, pemuda harus mampu mengawal perkembangan desa, termasuk mrngontrol segala bentuk regulasi yang ditelurkan oleh pemerintah desa. Segala hal harus dilihat asas kebermanfaatannya bagi seluruh masyarakat yang ada di desa tersebut. Mulai dari pembangunan infrastruktur, pembagian subsidi hingga mengawal pembagian kekuasaan tingkat desa.
Kita mengambil sampel dari pengelolaan aggaran yang kurang lebih Rp.1 M, kemanakah arah pengelolaan anggaran tersebut misalanya, apakah dalam pelaksanaanya sudah tepat sasaran atau hanya mengarah pada golongan tertentu saja. Pemerintah desa tidak bole anti terhadap kritikan kaum muda, sebab ia ada untuk melayani dan mengayomi masyarakatnya.
Dalam pembagunan karakter masyarakat yang madani, pemuda tidak boleh lepas tangan, perkembangan globalisasi yang telah merenggut khasanah pedesaan tidak boleh dipandang sebelah mata, ini adalah hama yang dapat merusak kultru desa yang cirinya sangat menjunjung tinggi nilai kebersamaan. Dalam fenomena kekiniannya, desa tidak lagi memegang pada ciri khasnya dengan nilai-nilai kedesaannya. Gotong royong mulai hilang dari kehidupan bermasyarakat, coba trek kembali ke beberapa tahun silam, betapa indah nuansa desa yang setiap ada hajatan, segala kepentingan pribadi di kesampingkan demi gotong royong dan solidaritas.
Dalam mengawal terciptanya generasi yang berkemajuan. Kaum muda apalagi yang telah menempuh pendidikan, perannya samgat penting dalam mengawal tumbuh keimbangnya generasi, pengaruh perkembangan zaman yang menciptakan masyarakat gadget, menjadikan anak bangsa sangar mudah mengakses segala hal. Tidak jarang yang terjerumus dalam bebasnya pergaulan. Narkoba menjadi hal yang lumrah bagi generasi kekinian, tak jarang yang kecanduan obat terlarang hingga akhirnya mendekam di balik jeruji besi.
Sopam santun dalam berkehidupan sosial tidak lagi menjadi hal utama, yang tak menyayangi yang muda, yang muda tak menghormati yang tua, sehingga tak jarang perkelahian, pertentangan terjadi akibat tidak adanya rasa saling menyayangi dan menghargai antar sesama. Disini kita tidak menyalahkan zaman, tapi bagaimana menyikapi perkembangan zaman tersebut. Pendidikan spiritual menjadi hal yang penting untuk menjaga moral bangsa.
Dalam mempersatukan narasi. Pemuda harus mengutakan kesaamaan visi demi kemajuan, menyampingkan ego masing-masing individu untuk mengedepankan nilai-nilai kebersamaan adalah hal mutlak yang mesti diutamakan dan di kerjakan dengan segera oleh kaum muda, analoginya, lidi harus disatukan dalam satu ikatan yang erat untuk dapat digunakan sebagai sapu untuk membersihkan sampah. Begitulah harusnya kaum muda, mempersatukan diri dengan seluruh kaum muda untuk sama-sama bekerja mewujudkan kehidupan desa yang madani.
Organisasi desa, misalnya karang taruna, dapat digunakan sebagai alat persatuan untuk mewujudkan hal-hal di atas. Pemuda harus belajar miniatur kehidupan berbangsa dalam suatu organisasi, dimana kebersamaan adalah hal yang utama. Kemandirian ekonomi, bahkan lapangan kerja dapat diciptakan dengan membangun ekonomi mandiri organisasi demi tercapainya tujuan bersama.
Kesimpulannya, pemuda tidak boleh berdiam diri melihat realita sosial yang terjadi, pemuda harus mengambil peran dalam memajukan kehidupam sosial. Bersatulah, diskusikan langkah-langkah untuk menyelesaikan segala persoalan, dan bertindaklah sesegera mungkin.
SALAM PERSATUAN
Oleh : Fhendy_Bhabo
Kaum muda adalah aset yang paling berharga bagi negara. Semangat yang menggelora dalam jiwa muda menjadikannya sebagai aset bagi bangsa. Maka dari itu, pemuda harus mengambil peran dalam memajukan peradaban. Pengambilan peran dimulai dari hal-hal kecil yang akan berperngaruh besar dalam kehidupan bermasyarakat. Pembangunan desa contohnya, sebagai aset yang dimilik bangsa, pemuda harus terlibat aktif dalam pembangunan itu sendiri, pembangunan yang dimaksud tidak semata mendirikan suata bangunan infrastruktur, pembangunan yang dimaksud adalah pembangunan kehidupan sosial yang berkeadilan.
Sebagai agen perubahan, pemuda harus mampu mengawal perkembangan desa, termasuk mrngontrol segala bentuk regulasi yang ditelurkan oleh pemerintah desa. Segala hal harus dilihat asas kebermanfaatannya bagi seluruh masyarakat yang ada di desa tersebut. Mulai dari pembangunan infrastruktur, pembagian subsidi hingga mengawal pembagian kekuasaan tingkat desa.
Kita mengambil sampel dari pengelolaan aggaran yang kurang lebih Rp.1 M, kemanakah arah pengelolaan anggaran tersebut misalanya, apakah dalam pelaksanaanya sudah tepat sasaran atau hanya mengarah pada golongan tertentu saja. Pemerintah desa tidak bole anti terhadap kritikan kaum muda, sebab ia ada untuk melayani dan mengayomi masyarakatnya.
Dalam pembagunan karakter masyarakat yang madani, pemuda tidak boleh lepas tangan, perkembangan globalisasi yang telah merenggut khasanah pedesaan tidak boleh dipandang sebelah mata, ini adalah hama yang dapat merusak kultru desa yang cirinya sangat menjunjung tinggi nilai kebersamaan. Dalam fenomena kekiniannya, desa tidak lagi memegang pada ciri khasnya dengan nilai-nilai kedesaannya. Gotong royong mulai hilang dari kehidupan bermasyarakat, coba trek kembali ke beberapa tahun silam, betapa indah nuansa desa yang setiap ada hajatan, segala kepentingan pribadi di kesampingkan demi gotong royong dan solidaritas.
Dalam mengawal terciptanya generasi yang berkemajuan. Kaum muda apalagi yang telah menempuh pendidikan, perannya samgat penting dalam mengawal tumbuh keimbangnya generasi, pengaruh perkembangan zaman yang menciptakan masyarakat gadget, menjadikan anak bangsa sangar mudah mengakses segala hal. Tidak jarang yang terjerumus dalam bebasnya pergaulan. Narkoba menjadi hal yang lumrah bagi generasi kekinian, tak jarang yang kecanduan obat terlarang hingga akhirnya mendekam di balik jeruji besi.
Sopam santun dalam berkehidupan sosial tidak lagi menjadi hal utama, yang tak menyayangi yang muda, yang muda tak menghormati yang tua, sehingga tak jarang perkelahian, pertentangan terjadi akibat tidak adanya rasa saling menyayangi dan menghargai antar sesama. Disini kita tidak menyalahkan zaman, tapi bagaimana menyikapi perkembangan zaman tersebut. Pendidikan spiritual menjadi hal yang penting untuk menjaga moral bangsa.
Dalam mempersatukan narasi. Pemuda harus mengutakan kesaamaan visi demi kemajuan, menyampingkan ego masing-masing individu untuk mengedepankan nilai-nilai kebersamaan adalah hal mutlak yang mesti diutamakan dan di kerjakan dengan segera oleh kaum muda, analoginya, lidi harus disatukan dalam satu ikatan yang erat untuk dapat digunakan sebagai sapu untuk membersihkan sampah. Begitulah harusnya kaum muda, mempersatukan diri dengan seluruh kaum muda untuk sama-sama bekerja mewujudkan kehidupan desa yang madani.
Organisasi desa, misalnya karang taruna, dapat digunakan sebagai alat persatuan untuk mewujudkan hal-hal di atas. Pemuda harus belajar miniatur kehidupan berbangsa dalam suatu organisasi, dimana kebersamaan adalah hal yang utama. Kemandirian ekonomi, bahkan lapangan kerja dapat diciptakan dengan membangun ekonomi mandiri organisasi demi tercapainya tujuan bersama.
Kesimpulannya, pemuda tidak boleh berdiam diri melihat realita sosial yang terjadi, pemuda harus mengambil peran dalam memajukan kehidupam sosial. Bersatulah, diskusikan langkah-langkah untuk menyelesaikan segala persoalan, dan bertindaklah sesegera mungkin.
SALAM PERSATUAN
Langganan:
Postingan (Atom)

