Hujan membasahi jendela kamarku
Terdengar berirama
Berdenting bak senar bermelodi
Membuyarkan bayang tentangmu
Pekat senyummu lekat
Melayang bersama aroma kopi
Terbang dalam letupan asap tembakau
Mengusik rindu yang ingin berdamai
kata-kata mengoyak pikir
Namamu melelehkan tinta pada putih luka
menjamah ujung benak bermuara
Ya ! tepat setelah ruang ini kau tinggalkan
Aku mencarimu dalam setiap kata yang kukirim pada Tuhan
Tapi, tak ada rindu yang mampu menemukannya
Hanya luka yang mekar pada tangkai yang letih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar